Hujan Meteor - Lyrids Meteor Indonesia, Lapan Berhasil Deteksi Empat Meteor Lyrids
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil mengidentifikasi empat meteor saat mengamati hujan meteor Lyrids mulai Rabu (21/4) malam hingga dini hari kemarin.
Identifikasi itu dilakukan di Stasiun Pengamatan Dirgantara (SPD) Tanjungsari, Desa Ngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Empat meteor tersebut tertangkap rekaman citra dua kamera khusus pada pukul 03.49 hingga 05.10 WIB kemarin. Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa Lapan Bandung Emmanuel Sungging Mumpuni mengungkapkan, hasil pengamatan sebenarnya kurang optimal karena cuaca berawan membatasi daya tangkap kamera.
“Kami hanya berhasil menangkap citra meteor pada pukul 04.17, 04.50, 04.58, dan 05.02 WIB. Padahal, hujan meteor Lyrids bisa terjadi hingga 20 kali dalam satu jam,” sebutnya.
Harian Seputar Indonesia yang mengikuti proses pengamatan di SPD Tanjungsari menyaksikan sepanjang malam hingga pagi kemarin langit tertutup gumpalan awan. Menurut Sungging, hujan meteor Lyrids terjadi setiap tahun antara 22 hingga 26 April. Untuk 2010 ini, Lapan memprediksi puncak hujan meteor terjadi pada 25-26 April.
“Tapi tetap saja, untuk dapat menyaksikan fenomena ini secara kasatmata, kita sangat tergantung faktor cuaca. Cerah atau berawan,” tandasnya.
sumber:Harian Seputar Indonesia
No comments:
Post a Comment